BisnisSenin, 09 Maret 2026 pukul 12.072 menit baca

27 juta keluarga Indonesia tinggal di rumah tidak layak huni

Memuat iklan...

Ringkasan Cepat

  • 1Sebanyak 27 juta keluarga di Indonesia dilaporkan tinggal di rumah yang tidak layak huni.
  • 2Kondisi tempat tinggal mereka digambarkan sebagai kumuh, berupa gubuk atau bedeng tanpa akses listrik dan air bersih.
  • 3Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satuan Tugas Perumahan, menyampaikan fakta ini dalam sebuah acara penyerahan lahan di Cikarang Selatan.
Sumber utama: Tempo Bisnis

Latar Belakang

Masalah perumahan merupakan isu krusial di Indonesia, terutama di daerah perkotaan dengan tingkat urbanisasi yang tinggi. Ketersediaan rumah yang layak huni dengan harga terjangkau menjadi tantangan besar, seiring dengan pertumbuhan populasi dan peningkatan biaya hidup. Kondisi ini diperburuk oleh ketimpangan ekonomi yang menyebabkan sebagian besar masyarakat berpenghasilan rendah kesulitan mengakses perumahan yang memadai. Akibatnya, banyak keluarga terpaksa tinggal di lingkungan yang tidak sehat dan tidak aman, yang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka.

Inti Peristiwa

Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa terdapat 27 juta keluarga di Indonesia yang hidup dalam kondisi perumahan yang sangat memprihatinkan. Fakta ini terungkap dalam acara penyerahan lahan seluas 30,7 hektare di Cikarang Selatan. Kondisi tempat tinggal mereka jauh dari standar layak huni, seringkali berupa gubuk atau bedeng yang kumuh, tanpa akses dasar seperti listrik dan air bersih.

"Sebetulnya bukan rumah, tapi itu kenyataan," kata Hashim saat acara penyerahan lahan 30,7 hektare di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Angka ini menunjukkan skala permasalahan yang sangat besar dan mendesak untuk segera ditangani. Ketiadaan akses terhadap fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menghambat potensi mereka untuk meningkatkan taraf hidup.

Analisis dan Dampak

Kondisi perumahan yang tidak layak huni memiliki dampak multidimensi. Dari segi kesehatan, lingkungan yang kumuh dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko penyakit menular. Dari segi ekonomi, kurangnya akses terhadap listrik membatasi peluang usaha dan pendidikan. Secara sosial, kondisi ini dapat menyebabkan isolasi dan diskriminasi terhadap keluarga yang tinggal di lingkungan tersebut. Lebih jauh, hal ini dapat memicu masalah sosial lainnya seperti kriminalitas dan konflik.

Permasalahan ini juga mencerminkan adanya kesenjangan dalam kebijakan perumahan dan implementasinya. Pemerintah perlu mengevaluasi efektivitas program-program perumahan yang ada dan mencari solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini. Keterlibatan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah juga sangat penting dalam menyediakan perumahan yang terjangkau dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pandangan ke Depan

Mengatasi masalah 27 juta keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni membutuhkan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan. Pemerintah perlu meningkatkan investasi dalam program perumahan rakyat, mempermudah akses terhadap pembiayaan perumahan, dan mendorong pembangunan perumahan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perumahan yang layak huni dan mendorong partisipasi aktif dalam program-program perumahan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat penting untuk menciptakan lingkungan perumahan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Diperlukan inovasi dalam pembiayaan perumahan, seperti skema subsidi yang tepat sasaran dan kemudahan perizinan untuk pengembang yang membangun rumah terjangkau. Pemerintah daerah juga perlu berperan aktif dalam menyediakan lahan yang strategis untuk pembangunan perumahan rakyat.

Sumber Berita

Memuat iklan...

Jangan Ketinggalan Berita

Dapatkan berita terkini setiap pagi langsung di inbox kamu. Gratis dan bebas spam.

Direkomendasikan Untuk Kamu

Trending Fallback
Trending14 Mar 2026

Viva.co.id: Berita Terkini Informasi Terbaru Nasional & Internasional

Viva.co.id menyajikan berita terkini dari berbagai kategori, termasuk nasional, internasional, bisnis, olahraga, dan gaya hidup.

Bing News - Indonesia, Bing News - Terkini, Bing News - Politik
Trending13 Mar 2026

Sumardji Jawab Isu John Herdman Minta Naturalisasi 2 Pemain Eropa untuk Timnas Indonesia

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menanggapi isu permintaan naturalisasi dua pemain Eropa oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Bing News - Indonesia, Bing News - Terkini, Bing News - Olahraga
Trending11 Mar 2026

Sejauh mana dampak perang AS-Israel dengan Iran terhadap stabilitas ekonomi-politik Indonesia?

Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan politik Indonesia.

Bing News - Terkini, Bing News - Politik, Bing News - Pemerintah
Trending9 Mar 2026

Sejauh mana dampak perang AS-Israel dengan Iran terhadap stabilitas ekonomi-politik Indonesia?

Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.

Bing News - Terkini, Bing News - Pemerintah, Bing News - Bisnis
Trending28 Mei 2026

Timnas Indonesia

Luke Vickery dan Mitchell Baker diperkirakan akan menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Oman.

Bing News - Indonesia, Bing News - Terkini, Bing News - Sepakbola
Trending24 Mei 2026

Berita Bola Terkini, Jadwal Klasemen, Skor Liga - Bola.com

Thomas Tuchel dikabarkan memiliki pemain cadangan rahasia untuk Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Bing News - Terkini, Bing News - Sepakbola, Bing News - Internasional
Memuat iklan...

Berita Terkait

💬 Komentar

Memuat iklan...